Mindset dan Culture Set

Mindset adalah cara berpikir, keyakinan dan sikap mental yang dimiliki seseorang dalam memandang dirinya sendiri dan dunia. Mindset bersifat personal, melekat pada individu, sulit berubah dalam waktu singkat, mempengaruhi perilaku dan sering bersifat otomatis.

Ada 2 macam mindset; (1) Growth Mindset dan (2) Fixed Mindset. Growth Minset disebut juga Mindset Positif karena menilai sisi positif suatu peristiwa, misalnya seorang pegawai yg proyeknya gagal akan berpikir: “Apa yg bisa saya pelajari dari kegagalan ini? Kegagalan adalah kesempatan bagi saya untuk belajar lebih lagi,” sedangkan seseorang dengan Fixed Mindset akan berpikir: “Saya memang tidak kompeten, lebih baik saya mundur saja, saya memang tidak berbakat”.

Culture Set (Budaya Organisasi/Kelompok) adalah sistem nilai, norma, kebiasaan, ritual dan asumsi bersama yang dianut oleh sekelompok orang dalam suatu organisasi atau komunitas. Culture Set bersifat kolektif (dimiliki bersama oleh kelompok), mengikat anggota ditandai dengan adanya konsekuensi bila melanggar, diajarkan dan diwariskan dari senior ke junior serta tampak dalam perilaku sehari-hari.

Contoh konkret: Di perusahaan A (budaya start up), karyawan bebas memakai kaos dan sandal, jam kerja fleksibel, dan semua orang dipanggil dengan nama depan tanpa gelar, sedangkan di perusahaan B (budaya korporat), diwajibkan memakai setelan jas, jam kerja 09.00-15.00 dan memanggil atasan dengan “Pak/Bu”.

Hubungan Mindset dan Culture Set. Mindset dapat membentuk Culture Set, misalnya: Jika pendiri perusahaan memiliki Growth Mindset, maka ia akan membangun budaya yang menghargai pembelajaran dan percobaan. Culture Set juga dapat membentuk Mindset, contoh: Seseorang yang bekerja di budaya kompetitif, secara perlahan secara pribadi akan mengembangkan Fixed Mindset (Saya hanya berharga jika menang).