Sebagai analogi sebuah pesawat yang terbang menuju tujuannya, maka pesawat tersebut senantiasa melenceng arahnya beberapa kali arahnya. Disinilah peran seorang pilot untuk mengarahkan pesawat tersebut agar tetap pada jalur menuju tujuannya. Perubahan arah yg sedikit ini walaupun hanya beberapa derajat saja, bisa berakibat pesawat tiba di kota yang lain. Pesawat harus diarahkan secara berkala, bahkan kadang harus berputar dan berbelok untuk menghadapi cuaca buruk, turbulensi, badai ataupun petir.
Demikian juga dalam kepemimpinan dalam berorganisasi, haruslah senantiasa diarahkan secara berkala sehingga visi organisasi tersebut dapat dicapai dengan sebaik dan secepatnya.
Ada 5 langkah dalam mencapai tujuan:
Langkah 1. Tetapkan tujuan anda, anda harus mengetahui ke mana akan pergi. Bergerak tanpa tujuan sama dengan orang linglung berjalan mondar-mandir atau seperti berjalan dengan kedua mata tertutup. Jangan khawatir apakah tujuan tersebut tercapai atau tidak karena anda tidak akan rugi apapun bila tidak tercapai.
Langkah 2. Buatlah rencana, bagaimana cara anda mewujudkan tujuan tsb. Jangan melihat tujuan secara utuh karena sulit dicapai secara langsung, melainkan pecah menjadi bagian-bagian kecil sehingga lebih mudah dicapai. Tuliskan rencana tersebut, bila mungkin secara detail.
Langkah 3. Laksanakan tindakan, yang sesuai rencana tsb. Tanpa tindakan, semua rencana akan sia-sia. Tindakan yg sesuai dengan rencana yg dibuat, akan lebih terukur dan terarah.
Langkah 4. Konsisten terhadap rencana dan tindakan tsb. Banyak orang yg terjebak dalam tahap ini karena mereka sangat semangat di awal pelaksanaan, namun akhirnya berhenti karena tidak konsisten. Hangat-hangat tahi ayam.
Langkah 5. Penyesuaian bila diperlukan. Seringkali terdapat faktor-faktor yang menyebabkan anda melenceng dari tujuan yg sudah ditetapkan sehingga diperlukan penyesuaian yg segera dan tepat.

Leave a comment