Dalam psikiatri militer dikenal istilah war neurose dan shell shock combat fatigue, yang menggambarkan gangguan kejiwaan para prajurit di medan pertempuran. Gejalanya sangat bervariasi sehingga sulit untuk dimasukkan ke dalam salah satu jenis gangguan psikiatri. Ada yang berpendapat gangguan ini dimasukkan ke dalam golongan transient situational disturbance.
Oppenheim (saat PD I), menyatakan bahwa neurosis perang sama dengan neurosis traumatik yang terjadi setelah sesuatu kejadian tertentu seperti kecelakaan kereta api atau pesawat terbang. Ia meyakini bahwa gangguan jiwa yang terjadi karena goncangan fisik yang menyebabkan kerusakan-kerusakan molekuler susunan saraf pusat. Dalam hal ini faktor utamanya adalah adanya teror dan kelelahan yang hebat.
Untuk mendukung teorinya, Oppenheim menganalisis riwayat hidup orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan di medan pertempuran dan ternyata tidak ditemukan adanya faktor predisposisi. Anamnesis terhadap keluarga juga tidak menunjukkan adanya keluarga yang menderita gangguan kejiwaan (bersambung).


Leave a comment