Fobia merupakan salah satu gangguan kecemasan berupa ketakutan yang irasional dan tidak wajar, yang terus-menerus mengganggu, yang sulit dihilangkan oleh penderita. Menurut Freud, berdasarkan obyek sebagai sumber ketakutan, fobia dibagi menjadi 2 yaitu fobia umum dan fobia spesifik. Sedangkan dalam DSM-IV dikenal 3 macam fobia yang sering terjadi yaitu fobia sosial, fobia spesifik dan agorafobia.
Mengenai penamaan fobia disesuaikan dengan tema fobia tersebut. Sebagai contohnya antara lain: acrophobia (takut ketinggian), agrophobia (takut tempat terbuka), claustrophobia (takut ruang tertutup), algophobia (takut sakit), astrophobia (takut guntur dan petir), fatophobia (takut menderita), hematophobia (takut darah), niktophobia (takut kegelapan), xenophobia (takut orang asing), thanatophobia (takut mati), necrophobia (takut mayat), fonophobia (takut suara tertentu), fotophobia (takut cahaya).
Agoraphobia (takut di tempat yang ramai), Algophobia (takut rasa sakit), Anthophobia (takut bunga), Belonophobia (takut peniti dan jarum), Decidophobia (takut membuat keputusan), Entomophobia (takut serangga), Ergophobia (takut dengan pekerjaan), Erthyrophobia (takut dipermalukan di depan umum), Gephydrophobia (takut menyeberang jembatan), Heliophobia (takut sinar matahari), Hydrophobia (takut air), Iatrophobia (takut dokter), Lalophobia (takut berbicara), Monophobia (takut sendirian), Mysophobia (takut terkontaminasi kotoran), Nyctophobia (takut kegelapan), Pathophobia (takut penyakit), Ombrophobia (takut hujan), Phonophobia (takut berbicara keras), Taphophobia (takut terkubur hidup-hidup), Trichophobia (takut rambut), Toxophobia (takut diracun), Xenophobia (takut orang asing), Zoophobia (takut binatang), Arachibutyrophobia (takut mentega kacang yang melekat di langit-langit mulut).


Leave a comment