Sindroma Hipokondriasis

By

1–2 minutes

To read

1078856451_sktopbette.jpg

Sindroma hipokondriasis mempunyai gejala fisik meliputi; (1) merasakan perubahan fisiologis tubuh yang menjadi alasan untuk berobat ke dokter, misalnya nyeri dada, nyeri pinggang, sakit kepala dll, (2) Patologi organ (-) dan mekanisme patofisiologik (-).
Gejala psikis-nya berupa; (1) interpretasi tidak realistis terhadap fisiologi tersebut (khawatir penyakitnya berbahaya), (2) preokupasi terhadap kesehatannya, (3) preokupasi terhadap satu penyakit (misal cardiac neurosis bila terhadap penyakit jantung) atau beberapa sistem tubuh sekaligus, (4) ketakutan tersebut menetap walaupun telah diberikan bukti-bukti yang menyangkalnya.

Tidak ada indikasi untuk pemberian farmakoterapi, bahkan akan menambah keyakinan pasien bahwa dirinya sakit. Harus dicegah pemeriksaan diagnostik yang berlebihan agar tidak memberikan komplikasi lain akibat pemeriksaan.

Leave a comment

Ama Ndlovu explores the connections of culture, ecology, and imagination.

Her work combines ancestral knowledge with visions of the planetary future, examining how Black perspectives can transform how we see our world and what lies ahead.