Safety culture (budaya keselamatan organisasi) adalah budaya, nilai, sikap, perilaku dan sistem organisasi yg mendukung keselamatan secara menyeluruh. Dengan kata lain, safety culture adalah iklim dan budaya keselamatan. Safety culture terdiri dari a.l.: (1) Patient Safety (keselamatan pasien), (2) K3RS (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), (3) Medication Safety, (4) Infection Prevention and Control (PPI), (5) Radiation Safety. Intinya safety culture menjawab pertanyaan: “Bagaimana menciptakan lingkungan kerja yg selalu mengutamakan keselamatan.”
Contoh safety culture: staf berani melaporkan kesalahan, tidak saling menyalahkan (no blame), pimpinan terbuka menerima laporan insiden, komunikasi efektif antar profesi dan pembelajaran dari insiden.
Patient safety adalah hasil dan implementasi upaya keselamatan yg secara khusus ditujukan untuk melindungi pasien dari cidera atau kejadian yg tidak diharapkan selama pelayanan kesehatan. Dengan kata lain patient safety adalah penerapan keselamatan pada pasien. Dengan demikian, patient safety merupakan salah satu komponen dalam safety culture rumah sakit. Intinya patient safety menjawab pertanyaan: “Bagaimana agar pasien tidak mengalami cidera.”
Contoh patient safety: identifikasi pasien dg 2 identitas, hand hygine, pencegahan pasien jatuh, pelaporan KTD, rekonsiliasi obat.
Analogi sederhana, misalnya RS adalah sebuah kapal, maka: (1) Safety Culture (budaya seluruh awak kapal untuk mengutamakan keselamatan, (2) Patient Safety (upaya menjaga penumpang agar tidak celaka, (3) K3RS (upaya agar awak kapal tidak cidera), (4) Fire Safety (pencegahan kebakaran kapal), (5) Security (menjaga keamanan kapal dari gangguan eksternal.

Leave a comment